Bandung, PMIIZONE – Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam FORDEM (Forum Demokrasi Mahasiswa) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan aksi di depan Gedung Rektorat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (21/02/2017).
Aksi tersebut diantaranya menuntut transparansi terkait pemindahan Fakultas Tarbiyah yang dirasa tidak transparan, buruknya Profesionalitas dosen, sistem regulasi keuangan yang tidak jelas, pangkas habis praktek korupsi birokrasi dari akar-akrnya, benahi pengelolaan sistem kampus dan masih banyak lagi tuntutan yang dilayangkan terkait sistem kampus yang tidak jelas.
Dalam aksinya, massa membawa bendera, spanduk dan poster-poster antara lain bertuliskan “Profesional dosen harus di utamakan #Fordem”, “Tugas dan Fungsi Wakil Rektor dipertanyakan #Fordem” dan “Berhentikan tidak terhormat Dosen yang tidak kompeten #Fordem”.
“Kami disini menutut kepada birokrat kampus untuk melakukan audiensi terkait carut marutnya sistem yang ada di kampus UIN Bandung ini,” Ujar Fahmi Nurfathul, salah satu massa aksi Fordem di sela orasinya.
Menurutnya, kampus yang seharusnya menjadi tempat mahasiswa menuntut ilmu dan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa kini sudah menjadi ladang untuk mencari makan para birokrat.
Massa aksi menilai banyak sekali indikasi dan intervensi yang dilakukan birokrat terhadap mahasiswa, dan birokrat dirasa tidak pro dengan mahasiswa, sehingga mahasiswa merasa terkerangkeng dengan kebijakan yang ada.
Selain itu beberapa hari ke belakang UIN Bandung diperiksa oleh BPK (Badan Pengawas Keuangan), salah satunya mengenai terjadinya pemangkasan gaji oleh birokrat yang diberikan pemerintah untuk satpam.
“Seharusnya satpam itu mendapatkan gaji Rp. 2.735.000 tapi yang satpam terima itu hanya Rp. 2.035.000, dan mereka di paksa untuk menanda tangani surat tanda terima sebesar 2.735.000” tegas Lukman, salah satu massa aksi lain dalam kesempatan wawancara.
Lukman juga menegaskan, masalah ini harus digali lebih dalam lagi, karena sangat merugikan banyak pihak.
Kemudian ketika PMIIZONE mencoba melakukan wawancara dengan kepala satpam, wawancara kami ditolak dengan dalih sedang sibuk.
Selain tidak ingin diwawancarai, satpampun membiarkan massa aksi untuk menerobos masuk ke dalam gedung Rektorat UIN Bandung dan menginjak-injak fasilitas yang ada di dalam gedung. Hal tersebut sangat menunjukan kekesalan akibat banyak kejanggalan dalam sistem pengelolaan kampus dari bagian atas hingga bawah.
(Dasem Miyasi)
Rabu, 22 Februari 2017
Author: Unknown





0 komentar: