Ilustrasi hedonis (gambar via google.com)
Oleh: Faisal Shidiq*
Kehidupan pun mulai mati
Seakan hidup sudah tak berarti
Teriakan teriakan intelek dan kritis pun mulai sunyi
Seakan tertidur dan terlenakan oleh mimpi
Rumah rumah intelek pun mulai tak berpenghuni
Bagaikan lonceng yg tak berbunyi
Kebodohan mulai tumbuh tak terkendali
Bagaikan rumput liar di ladang tani
Darah suci ini sudah tak berarti
Seumpama padi yg tak berisi
Wahai sahabat,
kapan kau akan hidup kembali
Mengisi ruang ruang sepi akademik yang mulai sunyi
Berteriak selantang mungkin meneriakan kata revolusi
Bergerak sekencang mungkin untuk membenahi negeri ini
Karna sepi mulai menyelimbuti ruang aksi
Seakan kita mengamini penindasan ini
Tak ada lagi yg harus kita hilangkan
Selain kebodohan dan kemiskinan
Tak ada lagi yang harus kita hantam Selain tirani dan kekuasaan
Tak ada lagi yg harus kita bela
Selain ploretar dan kaum tertindas
Tak ada lg yg mampu melawan
Selain pemuda dan mahasiswa
Seumpama besi
Negeri ini sudah usang dan karat
Wahai sahabat,
Tak ada lagi yang harus kita tunggu selain kesadaran diri bersama
Bergerak seirama bagaikan bait lagu yang merdu nan indah
Bangkitkan diri tuk Ciptakan negeri yang lebih sejahtera
*Kader Rayon Syariah dan Hukum Komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung
Selasa, 29 November 2016
Author: Unknown





0 komentar: