Kamis, 01 Desember 2016

Seminar Kebangsaan BEM-F Adab: Merawat Indonesia, Menjaga Kebhinekaan




Bandung, PMII Zone - BEM Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung mengadakan seminar kebangsaan dengan tema "Merawat Indonesia dan Menjaga Kebhinekaan",  pada hari Rabu (30/11/2016), kemarin. Acara ini diadakan di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, dimulai pukul 09.00 WIB. Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Asep Irfan Mujahid, Ketua Departemen Sosiologi UGM sekaligus pengamat politik, Arie Sudjito, dan seorang dosen UIN SGD, Wahyu Iriana.

Dalam seminar ini, Ketua IPNU, Asep Irfan menjelaskan mengenai nilai plurasime Negara Indonesia yang telah dibangun oleh para pejuang masa lalu, harus tetap dijaga oleh kita sebagai penerus bangsa. Meskipun pada kenyataannya tidak demikian.

"Maka wujudnya yaitu menghapuskan 7 kata dalam Piagam Jakarta. Namun pada saat ini, ada saat ini kelompok mayoritas dipandang bukan beriringan dengan bhineka tunggal ika akan tetapi seolah-olah saling berhadapan itulah yang harus di interprestasi ulang dan harus di klarifikasi," jelasnya.

Senada dengan Asep, Arie Sudjito selaku pengamat politikpun menegaskan hal serupa. Melihat konteks Indonesia dalam bingkai kebhinekaan, permasalahan dan tantangan terbesar Indonesia dalam menjaga kebhinekaan bukan hanya masalah pluralisme atau keberagaman. Tantangan seperti munculnya komunisme dan funamentalisme yang dikhawatirkan mengikis kebhinekaan itu sendiri.

"Kalau dulu Indonesia dengan semangat kolektif melawan imperialisme dan berhasil hingga Indonesia merdeka. Pasca Indonesia merdeka bukan berarti tidak ada tantangan dalam mempertahankan kebinekaan timbul berbagai peristiwa, munculnya komunisme, fundamentalisme, yang mana keberadaan mereka itu baik secara langsung maupun tidak langsung mengikis bahkan meniadakan nikai-nilai kebinekaan di negri ini," tegasnya.

Diskusi ini penting, bukan hanya mereaksi atas kecenderungan sekarang tapi untuk merespon antara kaitannya krisis ekonomi politik dan kecenderungan benturan identitas yang terjadi di indonesia.

(Jamiludin)


Author:

0 komentar: