Sabtu, 07 Oktober 2017

Inilah Keuntungan Berorganisasi

Oleh : Ella Nurlaela
(Kader PMII Rayon Syariah dan Hukum)

Bisa kuliah dan jadi mahasiswa memang patut kita syukuri, sebab diluar sana banyak saudara kita yang belum beruntung seperti kita.

Entah karena faktor ekonomi atau mungkin ada juga saudara kita yang sakit sehingga menunda niat baiknya demi proses penyembuhannya. Yang jelas, apa dan bagaimanapun kamu saat ini meski dibenturkan dengan fenomena gak keterima di Universitas ternama yang difavoritkan oleh kaum muda seantero nusantara, salah masuk Universitas dan gak keterima di jurusan pilihanmu hingga kamu berperasaan salah masuk jurusan harus tetap kamu syukuri dan fighting.

Tengoklah kebawah, lihatlah mereka yang berjuang sekuat tenaga untuk bisa masuk kampus yang kamu anggap "sepele" ini. Belajarlah dari keteguhan mereka buang ego kamu yang justru malah menghambat kreativitasmu. Anggap saja ini adalah amanah dari orangtuamu, mereka saja tidak pernah menyesal punya kamu masa kamu mengeluh dengan kuliah yang justru orangtuamu biayai, hargai mereka karena ini bagian dari menghargai jiwamu juga.

Tenangkan kembali perasaan dan pikiranmu, lakukan tugasmu sebagai mahasiswa dengan baik dan buang jauh keluh kesah itu. Bacalah sebanyak-banyaknya buku jangan maen gedget melulu! Menjadi mahasiswa ideal memang sangat luar biasa. Kamu akan menjadi panutan bagi teman sekelasmu, para dosen mengenalmu dengan image baik dan tentu orangtua sangat bahagia karena anaknya tumbuh menjadi anak yang pintar.

Eeeiiiitttsss, kamu boleh dan sah-sah saja jika memprioritaskan akademikmu hingga IPK mu 4,5 (ahaha mana ada ya? IPK segitu, wong kamu sholat subuh 12 rokaat aja belum tentu dapet nilai segitu, lagian mana ada sholat subuh 12 rokaat?, ngawuuurrr). Ya, intinya nilaimu aman dan tinggi disetiap semesternya lebih baik ketimbang kamu cuma berkutat di 3K melulu (kelas, kantin, kostan). Apalagi kalau kamu cuma datang terlambat lalu dosen menganggapmu alfa.

Dalam dunia kampus, ada beragam tipe mahasiswa. Ada yang Akademis, Aktivis, Apatis, Agamis, Hedonis bahkan mungkin ada yang Higienis hahaha.

Diantara berbagai tipologi tersebut yang sering menjadi sorotan hanya ada dua yakni, si akademis dan si aktivis. Si akademis ini sering disoroti karena prestasinya sedangkan si aktivis disoroti karena gerakannya. Keduanya terkadang juga saling "berbenturan" si akademis beranggapan "Buat apa kuliah sibuk berorganisasi, hanya menghambat dan menambah beban saja, fokus saja dengan kuliah toh tujuan kalian kan buat belajar (merugilah orang yang menyempitkan belajar hanya sebatas dikelas saja). Terlalu banyak ngurusin orang nanti kuliah terbengkalai hingga lulus terlambat dan kuliah tak beres-beres".

Sementara si aktivis beranggapan "Mahasiswa kalau cuma denger komat-kamit dosen dikelas lalu komat-kamitnya kamu tulis, setiap hari dijajah oleh tugas yang menumpuk dan kamu sibuk sehari hingga semalam suntuk untuk itu, sama saja dengan penjajahan dan apa bedanya mahasiswa dengan anak-anak sekolah kebanyakan jiga dari dulu begitu saja. Mahasiswa itu bukan kerbau yang disuruh langsung nurut saja. Persepsi ini dikeluarkan oleh masing-masing karena mereka punya alasan tersendiri.
Menyikapi benturan tersebut, kamu yang katanya dianggap "Agen Perubahan" bebas menentukan gerak langkah dan jalan hidupmu sendiri. Jelas bersikap Propesional dan Proposional kamu, yang harus kamu jadikan orientasi kedepannya bahwa setelah lulus nanti publik akan sangat membutuhkan kerja nyatamu bukan lembar ijazah mu. Mereka menanti perubahan bukan omong kosong belaka.

Dalam dunia pendidikan, tak ada pelajar yang bodoh. Mereka masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, yang menentukan mereka istimewa adalah pada porsi yang mereka kuasai yang biasa kita kenal dengan bakat. Sebagai mahasiswa kamu dituntut untuk berpikir luas dan keluar dari zona nyaman. "Out of the Box"  dengan melakukan kebiasaan yang belum pernah kamu lakukan. Kamu bisa mendongkrak potensimu dengan berbagai alternatif pendukung salah satunya aktif didunia kampus, entah itu kamu aktif dalam kepengurusan kelas, organisasi prodi, UKM dan mungkin organisasi ekstra kampus. Dengan begitu, potensi termasuk kecerdasanmu bisa semakin tereksplor dan tak mati bak bunga yang layu di gurun pasir.

So, buat kamu yang masih bingung apa manfaat menjadi seorang aktivis, yuk intip keuntungan-keuntungan berikut jika kamu menjadi aktivis:

1.Mendapat Komunitas Baru
Dalam organisasi pastinya banyak orang dari berbagai kalangan dan latarbelakang berbeda, ini seolah menjadi pembelajaran awal buatmu agar bijak dalam menyikapi keberagaman dan perbedaan. Selain itu, yang paling pasti kamu dapatkan adalah teman baru, kamu ditantang untuk mengasah kecerdasar intrapesonalmu juga menciptakan peluang baru serta kamu juga bisa memperluas jaringan.

2.Mengasah Jiwa Kepemimpinan
Tugas dan tanggungjawab organisasi memang melibahkan orang banyak, dalam organisasi seseorang dituntut untuk "Gila" karena dengan hal itu segala beban dan kesusahan dapat teratasi, kamu juga dituntut untuk cerdas dan tidak loyo setiap ada masalah. Sikap yang bakal kamu miliki juga dari organisasi adalah; tegas, berni, berprinsip, kreatif, inovatif, produktif serta kamu lebih siap menghadapi dunia.

3. Ilmu dan pengalaman baru
Pasti dalam setiap pertemuan entah itu formal ataupun santai mahasiswa tak lepas dari pertanyaan "lagi baca buku apa" atau ajakan untuk diskusi. Mahasiswa sering kumpul dan membicarakan perihal apa yang mereka baca serta berbicara tentang fenomena yang hari ini terjadi. Dari kegiatan sharing tersebut kamu tentu dapat pengetahuan dan pengalaman baru dari rekan organisasimu. Terlebih saat kamu tidak mengerti dengan penjelasan dosen mengenai suatu bahasan kamu bisa menanyakannya pada teman organisasi dan itu dirasa lebih nyaman karena kamu tidak dibatasi oleh durasi kelas.

4. Banyak Peluang untuk karier
Tentunya karena dalam organisasi dibekali dengan berbagai keterampilan kamu akan lebih tahu mengenai pemetaan bagaimana kariermu nanti berdasarkan apa yang kamu miliki. Selain itu, dengan menjadi aktivis kamu akan lebih cakap dalam berbagai hal dan sangat dibutuhkan oleh pasar/perusahaan saat kamu lulus nanti karena kamu telah dibekali soft skill mumpuni.
Siap unjuk gigi dan menjadi bagian dari perubahan Ilmu, pengalaman, teknik dan strategi adalah makanan sehari-hari dalam organisasi. Dengan demikian kamu akan lebih siap menghadapi tantangan karena telah mengantongi berbagai keahlian. Hingga feedbacknya kamu dapat berbagai kesempatan yang menguntugkan pastinya. Juga kamu dapat memberi manfaat terhadap sesama karena orang organisasi itu dituntut untuk berguna dalam segala hal.

Nah, itulah berbagai keuntungan yang akan didapat jika kamu berorganisasi. Intinya jika semua itu kamu lakukan dengan baik terutama kamu sangat menghargai proses kamu tak akan kebingunang akan jadi apa nanti setelah lulus. Karena bukan kamu yang butuh mereka tapi mereka yang membutuhkanmu.

Sumber: Kholid, Setia Furqon, 2009, Jangan Kuliah, Kalo Gak Sukses, Sumedang: Rumah Karya


0 komentar:

Posting Komentar