Jumat, 22 Juli 2016

Sejarah Singkat Sanggar Obor


Sebagai salah satu komunitas minat bakat di PMII Cabang Kabupaten Bandung, Sanggar Obor menjadi pelopor berdirinya berbagai komunitas di PMII Cabang Kabupaten Bandung. Sanggar Obor merupakan sanggar teater yang telah dikenal oleh berbagai kalangan di PMII, khususnya di Cabang Kabupaten Bandung. Terlihat dari jam terbangnya yang semakin lebar hingga hampir menginjak tahun ketujuhnya berdiri, Sanggar Obor seringkali menjadi bintang utama hiburan di beberapa agenda PMII. Bahkan hingga agenda diluar PMII.

Sanggar Obor berdiri pada tanggal 12 Oktober 2009. Saat itu, lahir dari rahim PMII Cabang Kabupaten Bandung. Sanggar obor saat itu berdiri atas dasar kebosanan dan krisis suasana. Setiap kali PMII mengadakan acara terasa sangat hambar dan seringkali tidak hidup. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa acara-acara tersebut terlalu monoton.

"Pada pertengahan tahun 2009, lahirlah kegelisahan-kegelisahan yang sering terjadi beberapa tahun ke belakang tentang pencairan suasana. Namun waktu itu (tahun 2009)puncak- puncaknya kegelisahan itu menggumpal, sehingga memutar otak  beberapa kader PMII Kabupaten (Bandung) untuk memikirkan cara mengatasinya," jelas Kalisromi Tanji Ajijih, pencetus sekaligus Raja Obor pertama, dalam wawancara, Kamis (21/7).

Kegelisahan-kegelisahan tersebut akhirnya terjawab dengan tercetusnya ide membuat sebuah sanggar seni oleh 3 orang kader PMII Kabupaten Bandung saat itu. Mereka adalah Kalisromi Tanji Ajijih, Encep Sopyan, dan Khoirul Anam. Dari ketiga orang inilah muncul ide gagasan untuk membuat suatu kelompok seni yang dinamakan "Sanggar Obor" berstruktur Kerajaan.

Sebelumnya, para pencetus sempat mengantongi beberapa nama pilihan saat berunding. Namun setelah dirundingkan lebih jauh, ketiga orang tersebut sepakat bahwa nama yang paling pantas adalah OBOR.

Karya pertama yang ditampilkan tak lama setelah terbentuk yaitu "Pesan Sang Ibu" dan "Naskah Longser Linglung". Pertunjukan pertama tersebut dipersembahkan saat agenda Deklarasi PMII Jawa Barat akhir 2009 lalu.

Saat ditanya tentang respon audiens saat itu, Sahabat Romi mengaku mendapat respon yang sangat positif. "Alhamdulillah antusias, karena waktu itu baru Obor ajak Komunitas yang lahir di PMII Indonesia," tegas Romi.

Romi juga berharap banyak untuk perkembangan seni minat dan bakat lainnya di PMII Kabupaten Bandung, khususnya. "Semoga semakin berkembang dan bertahan dengan baik, supaya dapat mewarnai perkembangan PMII."

Hal tersebut tentunya dapat menjadi pompa semangat para  kader PMII lainnya untuk semakin mengembangkan PMII ke arah yang semakin baik lagi. Karena PMII bukan organisasi mahasiswa kecil, hanya anggota dan kadernya yang dapat memberikan kemajuan bagi PMII hingga masa yang akan datang. Salam satu nyawa, dan Salam Pergerakan!
(nur)

0 komentar: