Jumat, 09 Juni 2017

RTK: Momentum Perubahan Kuantitas atau Kualitas?

Oleh : Abdul Rokib (Pimpinan Umum PMIIZONE)

Menjaga nilai lama yang baik, dan melahirkan inovasi yang lebih baik

Sebagai organisasi kaderisasi, PMII setiap tahun nya mengalami perubahan yang dinamis dalam tataran struktural. Pergantian struktural menjadi momentum yang diharapkan oleh kader mampu merubah pola organisasi agar lebih ideal.

Harapan baik ini kemudian pupus setelah penulis merasakan bahwa perubahan struktural ini hanyalah pergantian orang yang mengisi semata. Karena tidak mampu membuat sistem kaderisasi yang tidak mengakomodir seluruh kepentingan kader secara individu menjadi kepentingan kolektif yang bersandar pada tujuan organisasi.

Dalam hukum perubahan kuantitas menjadi kuantitas. Hal baru atau tesis baru menjadi hal penentu berubahnya kuantias menuju kualitas, jika hal ini (Tesis baru) tidak ada maka perubahan kuantitas menuju kualitas hanyalah cita-cita utopis dengan dalih memajukan organisasi.

Tesis baru tidak semata-mata lahir dari pandangan subjektif, tesis baru ini akan menjadi pendorong utama perubahan jika lahir dari keadaan objektif dan menjadi kebutuhan secara umum dari setiap kader.

Lantas jika dimatrikan dalam kehidupan organisasi apa itu tesis baru?. Tesis baru merupakan ide dan gagasan yang akan dijalankan oleh oleh kepengurusan baru organisasi. Jika tesis baru ini tidak berdasar pada realitas objektif berdasarkan kebutuhan kader yang ada di setiap rayon maka niscaya perubahan struktural hanyalah perubahan kuantitas menuju kuantitas. Hanyalah pergantian orang (isi) dalam struktural (wadah) tanpa berubah menuju kualitas baru yang lebih baik.

Perubahan kuantitas menuju kualitas hanya akan terjadi bila ide dan gagasan dari calon yang akan bertarung dalam proses perebutan struktural berdasar pada keadaan objektif yang menjadi kebutuhuan setiap kader-atau anggota.
Ibaratkan seorang dokter, jika obat yang diberikan pada pasien salah maka menjadi kepastian bahwa pasien itu tidak akan sembuh dan bahkan bisa menimbulkan penyakit baru yang lebih parah.

Karena menurut hemat penulis, pergerakan itu adalah proses tumbuh dan berkembangnya suatu kualitas lama menuju kualitas baru yang lebih baik.
Jika hal ini tidak terjadi, berarti kita semua mengamini bahwa pergerakan hanyalah pergerakan statis yang tidak mendorong pada kualitas baru yang lebih baik, tak ayal pergerakan kita seperti mesin yang bergerak dalam suatu kepastian tidak merubah.


Author:

0 komentar: