Minggu, 07 Februari 2016

Sepotong Asa Dari Taman Manalusu, Garut



Oleh: Shalha Nurul Afifah*

Rayon Dakwah dan Komunikasi (RDK) Komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung baru saja memiliki ketua umum baru, yakni sahabat Rizka Kamaludin Asya’bani (22). Rizka terpilih di depan deburan ombak dan angin malam di Pantai Taman Manalusu secara aklamasi pada Minggu (17/1) kemarin.

Sebelumnya, beberapa sahabat sempat dicalonkan, diantaranya  sahabat Rokib, Yazid, Ambar, Aryanto, dan Restu. Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya Rizka terpilih menjadi calon tunggal berdasarkan kesiapan dan kematangan.

Pemilihan ini didasarkan pada kekeluargaan. Dengan pertimbangan berbagai aspek, sahabat Rizka dinilai siap dan mampu memimpin, dilihat dari kesiapan dari diri sendirinya pula saat pencalonan. Hal ini membuat haru semua yang hadir di dalam dan di dekat forum. Karena sidang komisi diadakan secara terbuka dipayungi langit malam, semua yang hadir di Pantai Taman Manulusu pun dapat menyaksikan secara langsung terpilihnya sahabat Rizka malam itu.

Salah satu persyaratan menjadi ketua umum RDK berdasarkan hasil sidang komisi adalah bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMII. Dengan tetesan air mata haru, Rizka menyanyikan kedua lagu tersebut dengan khidmat. Suaranya bergetar saat menyanyikan kedua lagu kebangsaan tersebut, terlebih juga saat melantangkan Salam Pergerakan di akhir pemenuhan persyaratan langsung.

Dalam kegiatan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Rayon Dakwah dan Komunikasi ke-9 ini, RDK mengusung tema ‘Bergerak Bersama RDK Touring, RDK Meuting, RDK Meeting’. Dalam tema tersebut termuat berbagai makna mendalam untuk agenda tahunan tersebut. Tiga kegiatan utama yang termaktub dalam tema tersebut menggambarkan betapa eratnya persahabatan dan kekeluargaan di RDK.

RDK Touring, RDK Meuting dan RDK Meeting merupakan redaksi sederhana yang menggambarkan betapa luar biasanya RDK menjadi salah satu Rayon terkuat di PMII Komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung ini. Substansi, esensi, dan segenap asa didapat semua sekaligus tanpa setengah-setengah dalam agenda RTAR kemarin. Seluruh kegundahan asa, tertumpahkan bersama-sama di depan deburan angin pantai selama dua hari tersebut.

Kepengurusan Lukman beserta jajarannya menjadi salah satu ujung tombak perjuangan RDK selama setahun ini. Selama setahun ke belakang, RDK telah banyak mengukir prestasi gemilang. Selain mencetak kader politik dan bersosial masyarakat serta profesional, RDK juga telah mampu mencetak kader yang memiliki potensi di segala bidang. Keberagaman jurusan yang ada di RDK pun, mendukung keberagaman potensi besar bagi kader-kadernya.

Contohnya saja ketika Peringatan Harlah PMII ke-55 kemarin, RDK berhasil memborong gelar juara dan menggondol piala Juara Umum. Yang di dalam peringatan tersebut terdapat beragam kompetisi dari semua bidang, mulai dari sholawat, debat politik, pidato, puisi, pembuatan blog, dan masih banyak lagi. Terlebih lagi, RDK berhasil melangkah lebar di ranah kampus. Terbukti dengan keberadaan beberapa sahabat RDK yang berada dan memegang strukural fakultas dan jurusan di kampus.

RDK mampu menunjukkan bahwa keberagaman dan kekurangan adalah tentang saling melengkapi dan mengayomi. Tidak jarang hampir semua anggota RDK memiliki pendapat yang berbeda-beda, bahkan kadang saling mengagulkan pendapat masing-masing. Namun dengan kedewasaan, RDK mampu menunjukkan kembali bahwa apalah artinya kita disatukan dalam kebersamaan jika tidak dapat menghadapi kedewasaan. Kedewasaan adalah kunci.

Agenda RTAR kemarin menjadi salah satu agenda paling bersejarah sepanjang kepengurusan kemarin. Air mata dan haru biru menjadi puncak dan mewarnai sidang LPJ. Kesedihan tak terelakkan tergambar di masing sudut mata para sahabat karena beberapa pelepasan bagi beberapa sahabat di Rayon. Namun di samping itu, canda tawa dan senyum menenangkan jiwa tetap selalu mewarnai kebersamaan RDK.
“Kekeluargaan di tempat ini dengan yang sekarang dapet banget, aslinya,” ujar Aryanto (22), setelah sidang LPJ selesai.

Tidak hanya itu, RDK Touring memang benar menjadi tema utama. Substansi tetap didapat, namun liburan juga kita dapat. Selepas berpenat-penatan mengurusi draft dan merampungkan sidang pleno dan komisi, RDK memanfaatkan kesempatan dengan mengabadikan momen pantai bersama-sama. Pagi buta hingga sore hari dihabiskan RDK untuk semakin mempererat tali persaudaraan dak kekeluargaan.

Semoga kepengurusan RDK yang baru dapat memperbaharui dan meneruskan yang lama dari segi positifnya. Tetap berkarya dan raih prestasi gemilaing. Prestasi di periode baru haruslah lebih cemerlang dibanding sebelumnya. Karena mau tidak mau, RDK menjadi salah satu Rayon sorotan dengan jumlah anggota serta kader terbanyak di PMII Komisariat UIN SGD Cabang Bandung ini.

*Penulis merupakan Demisioner Pengurus RDK Periode 2015-2016

0 komentar:

Posting Komentar