Oleh: Ade Alwi*
Sumber dapat diartikan tempat keluar ketika membicarakan air atau zat cair dan sumur. Ia mengambil air dari laut sekitar pulau itu ditemukan. Dan ketika berbicara tentang minyak itu diartikan asal. Ia berusaha mendekati dan menemukan bunyi yang mempesona akan kabar itu dari yang didapatnya dari yang boleh dipercaya. Akan tetapi saya akan membahas tentang Sumber dari kehidupan manusia dengan kesehariannya, dengan Sumber Mata Hati ataupun Otak sekaligus.
Manusia akan sempurna ketika mata hati dan otaknya difungsikan sebagaimana fungsinya. Begitupun sebaliknya, manusia akan seperti binatang yang sama-sama memiliki mata, hati dan otak, tapi yang berfungsi hanya mata dan hati saja. Binatang mempunyai otak tapi tidak begitu berfungsi. Begitupun orang gila yang memiliki otak tapi tidak berfungsi seperti halnya binatang yang tidak berfungsi sama sekali.
Mata adalah panca indera yang berfungsi untuk melihat, sedangkan sesuatu yang menyerupai mata itu ada juga yang mengatakan bagian yang tajam, bisa juga merupakan sesuatu yang menjadi pusat yang terpenting.
Hati artinya perasa. Dengan hati, semua makhluk hidup bisa merasakan kehidupan yang ada di sekitarnya dan makhluk hidup lainnya bisa ikut terlihat ketika hati berfungsi, kecuali oleh hati yang seperti batu atau besi dengan kerasnya yang luar biasa. Hati bisa melihat pula ketika manusia atau makhluk hidup lainnya bisa merasakan dan dirasakan oleh sesamanya. Dan hati merupakan puncak dari segala rasa bagi semua makhluk hidup, terutama manusia yang normal ataupun abnormal sekalipun. Lalu otak adalah benda putih yang lunak. Terdapat di dalam rongga tengkorak yang menjadi pusat saraf berpikir. Otak memiliki kemampuan berfikir yang tajam dan mempunyai kecerdasan yang baik. Otak dapat juga digunakan untuk mengatur siasat atau memberikan pikiran yang dilakukan secara rahasia pada sesama manusia di sekelilingnya.
Manusia hidup layaknya air dan angin. Kemana air mengalir, ke waduk dan lautlah tujuannya. Dan kemana angin menghembus, ke udaralah tujuannya. Begitupun manusia, hidup ditentukan oleh kemana manusia itu melangkahkan kakinya, ke depan dan ke atas lah tujuannya hidupnya. Manusia hidup harus bisa menjadi sumber air atau angin karena kedua itu memiliki makna yang sungguh sinergi dalam kehidupan semua mahluk. Di kala ada perselisihan dan perguncangan dunia ataupun negara, jadilah sumber air yang bisa menenangkan isinya. Ketika ada perdebatan yang menimbulkan perkelahian isi negeri ini, jadilah angin supaya isi yang ada dalam negeri ini tidak terbawa angin yang menipu isinya.
Inilah aku wahai Indonesia.. Aku yang selalu merindukan kehangatan, kerukunan dan kedamaian dalam kebebasan berfikir.
Sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun atau memang kurang sadarnya akan tanggung jawab dari semuanya termasuk saya mungkin, organisasi tidak bisa berjalan selayaknya roda kereta api yang selalu dipimpin oleh masinis. Dengan adanya masinis, kondektur dan penumpang dengan diarahkan oleh si customer service untuk masuk ke dalam kereta api yang sudah disediakan, keuntungan dan kenyamanan bagi si penumpang. Sama seperti halnya organisasi, ketika adanya kesadaran dan tanggung jawab dari suprastruktur (ide gagasan organisasi), struktural (posisi pengurus) dan substruktur (anggota dan kader), organisasi tentu akan berjalan sampai pada visi, orientasi dan akademisi akan yang sudah didapat dari kampusnya. Progresif bukan problematif, masif bukan pasif dan aktifis bukan taktis.
*Penulis merupakan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Bandung
Selasa, 27 Desember 2016
Author: Unknown





0 komentar: