Senin, 28 Maret 2016

KOPRI Komisariat UIN: Perbanyak Kajian dan Diskusi Perempuan


Bandung, PMII Zone – Pelantikan Pengurus Komisariat UIN SGD Bandung, Minggu (27/3) kemarin, menumbuhkan eksistensi baru dalam tubuh Komisariat UIN SGD Bandung. Selain dikomandoi oleh Habibi sebagai Ketua Umum, Lisna juga diamanati sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PMII UIN SGD Bandung.

Dalam membicarakan strategi ke depannya sebagai Ketua KOPRI, Lisna berencana meningkatkan wacana dan kadar intelektulitas para kader dan anggota KOPRI, khususnya di PMII Komisariat UIN SGD Bandung ini. Lisna mengatakan bahwa dalam hal ini, secara kuantitas disini cukup, namun secara kualitas masih perlu dibenahi.

“Setiap manusia, bahkan perempuan, itu mempunyai esensi, namun eksistensinya kurang. Sekarang, kan, kalo esensinya ada tapi eksistensinya kurang, hanya menimbukan ide saja. Fenomenanya seperti itu perempuan sekarang,” ungkapnya dalam kesempatan wawancara.

Dalam hal ini, Lisna juga mengungkapkan penyebab vacumnya eksistensi para kader perempuan adalah karena faktor psikologis.

“Perempuan itu kan perasa. Jadi kadang diajak ke sekre untuk diskusi, alasannya banyak, termasuk masalah kecantikan. Aku ingin mereka malu ke sekre bukan karena belum dandan lagi, tapi ingin mereka malu ke sekre karena belum baca buku,” sambungnya.

Menyikapi hal ini, Lisna berencana memperbanyak kegiatan kajian dan diskusi, terutama mengenai persoalan perempuan. Hal ini diperlukan dalam rangka membangkitkan kembali jiwa intelektual para kader perempuan, khususnya di lingkungan Komisariat UIN SGD Bandung. Dalam hal ini, pendekatan emosinal menjadi agenda awal dalam membenahi semangat mereka.

“Kalo kita udah deket kan, apa-apa bisa kita saling bantunya gampang. Mereka butuh kita bantu, kita butuh mereka juga bantu,” ujarnya kembali.

Harapan Lisna untuk para kader dan anggota perempuan, khususnya di lingkungan Komisariat ini, tentunya semakin maju, terutama dalam hal pemikiran dan nalar. Karena menurutnya, perempuan yang cerdas itu seksi. (shl)

Author:

0 komentar: