Bandung, PMII Zone – Pelantikan
Pengurus Komisariat UIN SGD Bandung, Minggu (27/3) kemarin, menumbuhkan eksistensi baru dalam tubuh Komisariat UIN SGD Bandung. Selain dikomandoi oleh
Habibi sebagai Ketua Umum, Lisna juga diamanati sebagai Ketua Korps PMII Putri
(KOPRI) PMII UIN SGD Bandung.
Dalam membicarakan strategi ke
depannya sebagai Ketua KOPRI, Lisna berencana meningkatkan wacana dan kadar
intelektulitas para kader dan anggota KOPRI, khususnya di PMII Komisariat UIN
SGD Bandung ini. Lisna mengatakan bahwa dalam hal ini, secara kuantitas disini cukup,
namun secara kualitas masih perlu dibenahi.
“Setiap manusia, bahkan perempuan,
itu mempunyai esensi, namun eksistensinya kurang. Sekarang, kan, kalo esensinya
ada tapi eksistensinya kurang, hanya menimbukan ide saja. Fenomenanya seperti
itu perempuan sekarang,” ungkapnya dalam kesempatan wawancara.
Dalam hal ini, Lisna juga mengungkapkan penyebab vacumnya eksistensi para kader perempuan adalah karena faktor psikologis.
“Perempuan itu kan perasa. Jadi
kadang diajak ke sekre untuk diskusi, alasannya banyak, termasuk masalah
kecantikan. Aku ingin mereka malu ke sekre bukan karena belum dandan lagi, tapi
ingin mereka malu ke sekre karena belum baca buku,” sambungnya.
Menyikapi hal ini, Lisna berencana
memperbanyak kegiatan kajian dan diskusi, terutama mengenai persoalan
perempuan. Hal ini diperlukan dalam rangka membangkitkan kembali jiwa
intelektual para kader perempuan, khususnya di lingkungan Komisariat UIN SGD
Bandung. Dalam hal ini, pendekatan emosinal menjadi agenda awal dalam membenahi
semangat mereka.
“Kalo kita udah deket kan, apa-apa
bisa kita saling bantunya gampang. Mereka butuh kita bantu, kita butuh mereka
juga bantu,” ujarnya kembali.
Harapan Lisna untuk para kader dan
anggota perempuan, khususnya di lingkungan Komisariat ini, tentunya semakin
maju, terutama dalam hal pemikiran dan nalar. Karena menurutnya, perempuan yang
cerdas itu seksi. (shl)





0 komentar: